Chloropyramine
Kloropiramin adalah antihistamin generasi pertama yang memblokir reseptor histamin H1 dan juga memiliki aktivitas antikolinergik. Obat ini meredakan gejala alergi seperti gatal, ruam, biduran, hidung meler, dan mata berair. Berbeda dengan antihistamin yang lebih baru, zat ini mudah masuk ke otak, yang menjelaskan baik efek menenangkannya maupun efek sampingnya.
Obat ini diminum bersama makanan, yang mengurangi iritasi lambung. Rasa kantuk sering terjadi dan kerap menonjol, sehingga mengemudi dan tugas apa pun yang menuntut kewaspadaan sebaiknya dihindari sampai respons masing-masing orang diketahui. Alkohol tidak boleh dikombinasikan dengan obat ini, karena keduanya bersama-sama memperdalam sedasi dan mengganggu penilaian jauh melampaui efek masing-masing sendiri; obat tidur, pereda nyeri opioid, dan obat sedatif lain berlaku sama. Kerja antikolinergik dapat menyebabkan mulut kering, pandangan kabur, sembelit, dan kesulitan berkemih, yang paling dirasakan oleh orang lanjut usia.
Periksakan diri ke dokter bila buang air kecil menjadi sulit, pandangan kabur menetap, muncul kebingungan atau kegelisahan yang tidak biasa, atau sedasi berat. Pembengkakan wajah, bibir, atau tenggorokan dan kesulitan bernapas memerlukan pertolongan segera.
Informasi referensi, bukan saran medis. Diskusikan setiap perubahan dengan dokter.